Aku Rindu Sandalku….
October 31, 2008 by Anton Irawan
Filed under Tema Umum
Sandalku yg sebelah kiri aku kasih nama Rano
Sandalku yang sebelah kanan aku kasih nama Rina
Sepertinya mereka memang kembar…..tapi tidak identik
Karena kalau diperhatikan sungguh-sungguh ada sedikit perbedaan
Si Rano selalu menoleh ke kiri dan Rina sebaliknya……
Ini semua berawal ketika aku mulai terobsesi dengan sungai, joran dan Kroto (Larva Semut.Red)
Pagi itu tiba-tiba aku ingat punya janji dengan ikan mas dan lapak no 12 kesukaanku
Aku suka lapak itu, karena sampingnya sungai….jadi gampang kalau sewaktu-waktu mau pipis..he.
Tak lupa kuajak Rano dan Rina bersamaku ga pake Tanya lagi….mereka nurut saja
Itu yg kusuka dari mereka…Aku injak-injak aja mereka tidak teriak apalagi protes…..
Sampe Lokasi Shooting hujan banyak sekali….lapak 12 becek…duh sungai disampingku sudah dipenuhi air
Si Rano aku buat alas duduk…Si Rina aku buat alas Piring tempat umpan ikan…..lagi-lagi mereka tdk protes….
Si Rano diam saja waktu aku Tanya…no kamu ga keberatan kan aku dudukin, aku janji ga kentut deh…
Si Rina juga diem aja waktu aku ingetin….jangan gado’in umpan terus kasian ikannya ntar ga kebagian…
Firasat buruk atau tidak…yg jelas pagi itu mereka diam seribu bahasa…perasaanku mulai ga enak…huh..
Benar saja…hujan makin banyak, aku kerepotan membenahi peralatan pancing dan umpan, jgn smpai kena air hujan
Air sungai mulai membasahi celanaku…orang2 berlarian, suara petir seperti suara mortir dan meriam perang….
Bau amis empang seperti bau mesiu ditengah gelora semangat merdeka yg menderu-deru….
Tragis…banyak orang kehilangan yg mereka cintai… tercerai berai, Tangis dan rasa perih menyelimuti pagi itu…
Ada yg kehilangan kail, topi, joran, rokok+koreknya bahkan ada yg berteriak histeris krn baru menyadari bahwa umpan ikannnya hilang…..
Rano….Ranooooo…..RRRRAAAAnnnnnoooOoo….. Riiinnnnnaaaa…Riiinaaaa….TIDAAAAAAAAAAAKKKK
Baru kusadari aku kehilangan mereka berdua,…..
Rina sempat aku selamatkan…aku angkat tubuhnya yang tersangkut diantara akar-akar pohon tapi skondisinya sudah sangat lemah….nyawanya tak tertolong saat aku kabarkan bahwa Rano hilang terbawa arus sungai…mungkin rina shock, sampai saat ini aku sangat merasa bersalah karena memberitahu keadaan Rano kepada Rina disaat yg tidak tepat….
Aku seperti kehilangan pegangan hidup ditengah polemik nurani yang sudah mencemari bangsa ini……wew..
Rano..Rina…namanu terpatri jauh dilubuk hatiku……kalianlah simbol kegigihan dan kerja keras…. Kalian juga symbol cinta kasih…melebihi cerita romeo-juliet karya Dadang Hanuri dalang kondang dari sukabumi…kalianlah the true Soulmate guys……c u, bye
Ngaco luh…
mmFh
tersirat rindu
kala lama tak nampak dirimu
ingin kutitipkan salam
tapi pada siapa?
ingin kubiarkan rasa hilang
tapi sayang ku tak bisa
aku juga inginkan jumpa
tapi sepertinya takdir tak menentu pada harapku
!?#!..dengarlah aku merindumu
teringat memori kala kita bersama mengusir sepi
jernih tawa terdengar jelas merasuk kehati
aku rindu saat saat itu
yang kini hanya ada dalam
KENANGANKU
puisi hujan
October 30, 2008 by opera-classic
Filed under Lingkungan
Hujan
Hujan turun deras menjelang bulan sebelas
Menyirami halaman depan yang selama ini gersang
Rerumputannya kembali tumbuh hijau
Yang dulu meranggas dimusim kemerau
Kali kecil naik sampai pinggang
Bau tanah basah menguap dari kebun belakang
Aroma pagi terasa hingga siang
Suasana hati sejuk riang
Lelah luluh tak tunggu larut
wajah – wajah pulas tak berkerut
seakan hilang semua kemelut
seakan hidup tanpa maut
Jerit kalbu
October 30, 2008 by Fk faoziah
Filed under Kehilangan
Wahai alam….
Dengarkah kau jerit hatiku
jerit kalbu yang hanya tuhan tau
Ya Allah…
Jika ini jawaban
atas semua tanya hamba
kenapa begitu sakit tuk diterima
Jika dia bukan yang terbaik
hapuslah namanya dari pikirku
hapuslah angan itu dari kalbuku
buatlah hamba tak pernah kenalinya
Ya Allah….
hamba percaya engkau ada
berikan yang terbaik bagi hambamu
jika dia harus hilang
biarlah hilang tanpa kenangan
puisi aiing…
Dentang gendang yang sumbang.
Dendang tembang lambang bimbang.
Datang kijang terjang bayang.
Tendang bimbang ke awang-awang,
terbang dan melayang.
Larang tuk pulang kandang.
Bimbang pun hilang.
Genderang perang berdetang,
berjuang terjang karang.
Berjuang tuk yang tersayang…… (150306-02:01)
Buntu
October 30, 2008 by Fk faoziah
Filed under Tema Umum
Saat malam mulai menatap
ku menerobos derasnya gerimis
berlari diantara hiruk pikuk manusia
tanpa arah ku datangi
ku hanya ikuti jalan
yang lurus ke depan
tetes air mata
ku jatuhkan sepanjang jalan
diselimuti….
Dinginnya angin malam
kemana ku harus pergi
hapus dirimu….
dari memori
kau hanya ilusi
yang biarkan aku
sampai….
di jalan buntu ini
Salam untuk pacarku
October 29, 2008 by Fk faoziah
Filed under Cinta 2 Insan
Daun yang jatuh terhembus angin
ku tulis salamku di daun itu
tertulis ‘Tercinta Pacarku’
Salam sayang untukmu
ku poskan lewat sang angin
ku bisikan alamat…
Lewat desah nafasku
terbang bersama angin
harap salamku,
kan sampai dihatinya
ku pejamkan mata,
terbangkan jiwa
satu daun jatuh diatas tangan
kubuka kelopak mataku
Bibirku tersenyum…..
Inilah balasan darinya
Sayangku….
Aku,,,juga sayang padamu…..
COMPLETORIUM
I
Kala sang waktu menjemput
Di antara puing-puing kerapuhan
Lalu, kusambut
Dalam gelap yang membayang
Aku bersama sang jiwa
masuk menghampiri
Tak peduli walau mereka menerjang
Tak peduli walau aku terasing
Aku memandang cakrawala hidup
Dan terus kugali di bumi asing ini
Harta yang ingin kudekap
Di kibaran kerinduan jiwa…
II
…jiwaku kuletakkan di tepian terra
Aku genggam kristal-kristal getir
lalu kuhempaskan,
kuteropong seantero langit
tersirat koyakan jiwa,
aku menengadah
menatapi
seekor burung
mengepak bebas
lantas berucap,
“Apa yang Kau inginkan dariku?”
Dan, kuikuti jejaknya
Memory in the last day,
Girisonta, 09.30 a.m., 29th August`08.
ZIKIR
October 29, 2008 by ganjar
Filed under Puisi Katolik, Puisi Kristen
Tuhan
Aku gagal memikul salib itu
Sedih
Pedih
Luka
Menganga
Tuhan
Rintik air
Meleleh dari mata
Terbakar
Pilu duka
Kebodohan manusia
Dunia, dunia, dunia !
Mereka berhasil menikam jiwa
Jiwa yang haus
Terus tertusuk oleh pisau malam
Dunia, dunia, dunia !
Menghasut jiwa
Mengitari raung-raung kelam
Membuka pintu gelap
Dunia, dunia, dunia !
Musuh paling kejam
Tak bisa kutikam dengan pedang dunia
Salib itu tergeletak lagi
Terserakkan
Di antara perdu bumi
Salib itu terlantar
Sendiri
Sepi
Tak berkawan
Cengkereman dunia
Begitu erat
Jiwa kini terserakkan dari dunia
Hitam legam
Membayang
Fantasi liar membuka
Menyeka luka lama
Tuhan
Jiwaku menganga lagi
Tertunduk salah
Dosa mendesah
Memanggil sang kelam
Aku tersingkir
Tuhan
Di depanMu
Aku tak bisa mengelak
Lagi… Merto, Feb`08
KERANJANG CINTA UNTUKMU
Sekarang lihatlah dia,
yang tak lagi memimpi dan berbual cita
lihatlah dia,
yang kini menganyam senyum
melenggak-lenggokkan sang biduan
lihatlah dia,
yang menjejakkan kata-kata
berbaur mesra
dan menggugah dekapan para pejalan waktu.
Lihatlah dia,
Kini ia berjalan penuh daya dan
dibawa sekeranjang makna
Orang-orang pun menginginkan.
Ya, sekeranjang cinta yang mahal melebihi mimpi.
Mintalah, dia akan memberikannya,
jangan malu-malu…
Semarang, Okt`08
